Sabtu, 15 Juli 2017

Memek Mama [2017]





hai all aku akan menceritakan kisah yang tak pernah gua lupain seumur hidup dimana saat aku 14 tahun aku sudah merasakan bagaimana enak nya surga duniawi dengan ibu kandungku sendiri.

   nama aku adalah EVAN SETIAWAN (nama samaran) umurku 14 tahun aku tinggal di kota THE JAKMANIA (jakarta), aku memiliki kelamin sepanjang 13 cm. 

dan ibuku namanya NUNI NURDIYANTI (nama samaran) ibuku berumur 37 tahun memiliki pantat yang bohai , memiliki payudara yang  besar dengan ukuran 36 B. ibuku jika sedang memakai BH akan terlihat besar payudaranya karna di topang oleh CUP BH nya sedangkan jika sedang tidak memakai BH akan terlihat menjadi turun menjadi panjang ke bawah. ibuku hobi memakai baju duster.


kami hanya tinggal bertiga aku, ibuku dan adikku . ibuku sudah bercerai dengan ayahku. adiku sekolah full day swasta pukul 7 pagi sampai pukul 5 sore.


   kisah ini berawal saat di hari sabtu yang indah , pagi itu adiku sudah pergi ke sekolah sedangkan ku belum siap2 tuk berangkat ke sekolah karna masuk sekolah memang jam 8.

ibuku juga belum bersiap apapun untuk pergi kerja ke kantor. adikku pergi dan aku tinggal berdua bersama ibuku di rumah yang minimalis.

ibuku sedang melakukan senam pagi di belakang rumah tempat jemuran aku melihat dari kaca dapur rumahku dan saat ibu ku melakukan senam hanya dengan menggunakan duster coklat bekas tidurnya. saat ibuku senam dengan melakukan membungkukkan badan sangat jelas payudaranya terlihat tanpa di balut dengan BH.

sekitar 29 menit kemudian ibuku sudah bersiap untuk pergi ke kantor , ibuku berpakaian seksi karna memang ibuku bekerja sebagai SPG di salah satu merk mobil.

  ibuku menggunakan rok mini putih dan sangat jelas terbentuk celana dalam G-STRING NYA yang berwarna merah, ibuku memakai baju jas yang sering dipakai guru berwarna putih dengan di padukan di dalamnya dengan menggunakan tanktop merah.

lalu ada telepon rumah berbunyi dan ibuku mengangkatnya dulu, ibuku berbincang dulu dengan orang yang ada di telepon. ada niat iseng ku untuk mengocok kelamin ku dan memuncratkan nya di rok ibuku.

ibuku membelakangi ku dan aku mulai mengocok dan akhirnya semua sperma ku muncrat di rok mini nya dan sangat banyak juga keluarnya.
sekitar 5 menit ibuku berbincang bincang , ibuku pergi ke tempat kerjanya.
aku pun pergi ke sekolah......


   pukul 13.00 wib aku pulang sekolah dan hanya sendiri di rumah karna ibuku memang belum pulang lalu aku iseng masuk ke kamar ibuku dan membuka lemarinya. aku melihat banyak baju seksi yang sering di pakai SPG dan juga BINTANG PORNO jepang. sangat mengiurkan sekali.


lalu aku melihat duster ibuku di gantung di lemari dan aku berniat menggunting tali penyangga untuk bahu. aku memotong nya dan hanya menyisakan sedikit 1 tali agar tidak curiga.

   ibuku pulang kerumah dengan menggunakan tanktop dan rok mini putih karna memang jas nya sudah di buka.

lalu ibuku mandi dan ganti baju dikamar, pukul 19.25 ibuku keluar kamar dan menonton tv bersama di ruang tengah bersamaku. 

dan JACKPOT ibuku menggunakan baju yang ku gunting. lalu ada sedikit perbincangan antara aku dan ibuku.....

ibuku:"van ibu kayanya masuk angin balurin minyak kayu putih dong"

aku:"oh.. buka bajunya dong mah biar enak" mau ku....

ibuku:"biar enak apa van biar enak ngelihat pemandangan susu mamah gitu"goda ibuku
aku:"evan kan udah gede harus tau bentuk tubuh wanita dengan jelas"
ibuku:"cepet balurin !!!"

  lalu aku pun membaluri punggung ibuku, lalu aku bertanya kembali ke pada ibuku...

aku:"mah balur juga depannya yah"
ibuku:"tapi niatnya nge balur yah bukan mau megang atau lihat" curiga ibuku
aku:"ya mah gak ada niat kok" bohong sautku

  lalu ibuku membuka dusternya dan menutupi selangkangannya dengan dusternya jadi hanya payudaranya saja yang ku lihat .

ku balur daerah perut lalu naik ke payudaranya dan aku memijat sedikit puting payudara ibuku.

ibuku:"evan kamu apa apaan"
aku:"maaf mah evan lupa"

  lalu aku mengusap bagian perut dan leher ibuku sekitar 16 menit , saat ku lihat ibuku tertidur mungkin karna keenakan. 

dan ibuku tertidur dan bajunya belum di pakai jadi jelas aku bisa melihat payudaranya. lalu aku melakukan kocokan pada kelamin ku dan sperma ku muncrat di payudaranya yang tidak menggunakan BH. 

begitu banyak sperma yang keluar sehingga payudara bagian tengah sangat di banjiri sperma dan sperma nya pun berjatuhan ke bagian perut.


  ada niat iseng ku untuk membuat foto bugil aku bersama ibuku, lalu aku mencoba perlahan mengambil duster ibuku yang menutupi bagian selangkangannya dan akhirnya berhasil.


lalu aku mengambil HP ku dan aku pun berpakaian bugil. kedua kaki ibuku aku buat ngangkang lebar dan terlihat bulu memek ibuku yang lebat tertutupi CD transparan. 

aku pun memoto ibuku dan aku berdua sebanyak mungkin setelah ingin selesai aku berniat membuat foto mulut ibuku sedang mengulum kontol ku.


  kontol ku sudah tegang kembali dan aku mencoba membuka mulut ibuku perlahan dan JACKPOT kembali mulut ibuku sudah terbuka lebar dan aku memasukan kontolku perlahan ke dalam mulutnya sampai akhirnya aku memotonya , ada sekitar 130 foto sudah berhasil aku dapatkan.


lalu aku memakai pakaian kembali, ibuku aku bangunkan dan berbincang kembali....

ibuku:"eh evan udh beres nge balur nya . eh kenapa badan mamah jadi lengket gini ini cairan        apa van putih kentel" mamah ku sambil ngambek
aku:"itt it itu mah " jawabku gugup
ibuku:"owh mamah tau ini sperma kan , kamu nyemburin sperma kamu waktu mamah tertidur kan"

aku:" iya mah soalnya evan sange banget liat mamah"  jawabku berani.

ibuku:"mamah tau van kamu sange ,tapi ada bagusnya dari pada kamu nyemburin sperma kamu di         rahim mamah mending di badan mamah ajah" saut mamah ku santai.


aku:"jadi evan boleh nyemburin sperma evan kapan ajah" jawabku senang
ibuku:"boleh deh , tp gk lebih yah"

  keesokan harinya hari minggu, ibuku sedang di dapur adikku masih tidur. aku pun menghampiri ibuku.

aku:"mah evan mau ngeluarin sperma"
ibuku:"oh boleh"
aku:"mamah lagi pakai BH kan"
ibuku:"iya van kenapa"
aku:"sperma nya di keluarin di susu mamah ajah ya"

  lalu ibuku membuka bajunya dan terlihat payudara dengan BH merah sangat besar dan lembut.
aku pun mengocok dan sekitar 16 menit belum keluar ajah mungkin karna masih pagi masih kaku.

lalu aku memaksa dan memasukan kontol ku ke mulut ibuku dan ibuku memaksa untuk menolak nya tapi aku tetep memasukannya dan menekan nya dalam2 ke mulut ibuku lalu ibuku pasrah dan aku tidak mencabut kontol ku dari mulut ibuku. 

aku memaju mundurkan kontol dengan cepat + tekanan yang keras, sehingga membuat ibuku muntah dan aku pun membiarkan ibuku muntah disaat mengulum kontolku. akhirnya spermaku muncrat di dalam mulut ibuku. 

setelah aku cabut kontol ku ibu ku muntah di lantai dengan sperma sperma ku yang banyak menyembur dari mulutnya yang seksi.

   ibuku diam sejenak dan aku pun mencium bibir nya sambil pergi. ibuku berkata

ibuku:"evan tunggu dulu, kamu tega sama ibu sendiri ngelakuin hal paksa seperti itu"

aku:" maaf mah evan udah terlanjur sange banget sama mamah dan merasakan hubungang ngentot 
      tiap hari bareng mamah"

ibuku:"enak ajah kamu ngomong gitu.."
aku:" mah , mamah mau kan ngentot sama evan tiap evan mau"
ibuku:"sudi van sampai kapanpun ibu gak mau"
aku:"ok mah cepat pakai baju dan ikut ke kamar evan , evan punya bukti"

   ibuku memakai bajunya dan ikut ke kamarku, lalu aku mencolokan hp ku ke DVD dengan USB.

dan aku memutar foto bugil yang semalam. setelah beres memutar...

aku:"gimana mah , mau kan ngentot sama evan atau evan sebarin ini foto ke google dan      facebook mamah"

ibuku:"van pliss jangan sebarin foto itu van"
aku:"ok gk kan evan sebarin asal mamah mau ngentot ma evan tiap evan mau"

ibuku:"tapi van mamah gak mau ngandung anak kamu"

aku:"gak kan setiap sperma nya mau keluar evan keluarin nya di luar ajah"

ibuku:(menangis) van mamah mau ikutin setiap kemauan kamu tentang hal sexual tp km janji gk
       akan nyebarin foto itu dan ngasih tau ke siapa2"

  lalu aku menyuruh ibuku mengikuti perkataan ku....

aku:"saya selaku orang tuanya evan bersumpah akan melayani setiap evan mau ngentot sama   saya tanpa paksaan dan beban"


ibuku:"saya selaku orang tuanya evan bersumpah akan melayani setiap evan mau ngentot sama          saya tanpa paksaan dan beban"


  lalu ibuku beranjak pergi keluar kamar. lalu sekitar pukul 14.21 adikku minta izin mau pergi ke rumah temannya dan aku sedang bermain PS2. lalu nafsuku sudah bertambah, aku menghampiri ibuku di ruang tengah yang sedang menonton cek dan ricek rcti.

aku:"mah evan lagi pingin nih"


   lalu ibuku membuka semua pakaian nya dan sudah tidak ber busana kembali.

aku pun langsung membuka bajuku dan aku pun sudah bugil. lalu aku mencium bibir ibuku dan bermain lidah.

selagi mencium bibir ibuku tangan kanan ku meremas payudara sebelah kiri ibuku dan tangan kiri ku mengelus ngelus memek ibuku. ibuku hanya bisa terdiam dan menutup mata , mungkin karna nikmat.

    lalu aku berbaring di sofa dan ibuku berada di ujung kaki ku dan mengangkang kan kakiku di perut ibuku.

aku:"mah jangan dulu di jilat , ludahin dulu sebanyak banyak nya kontol evan" 
   
  lalu ibuku meludahi sebanyak banyaknya. dan aku lalu menungging dan menyuruh ibuku untuk  
menjilati pantat ku dan ibuku melakukan nya.

setelah itu aku menyuruh ibuku menungging di sofa. aku beranjak ke dapur dan mengambil 1 buah terong panjang.


lalu aku mengocok memek ibuku dengan jari tengah ku dan ibuku akhirnya orgasme dan memuncratkan semua cairan kental keluar memeknya dan aku membaluri terong itu dengan cairan ibuku.

aku memasuki terong itu ke vagina ibuku , dan tangan ibuku memegang erat sofa dan mata nya terpejam dan menggigit bibirnya dengan gigi atas.

  aku memaju mundurkan terong itu dan ibuku orgasme kembali sehingga cairannya berada di terong itu lalu aku meludahi lubang pantat ibuku dan aku memasukan terong itu ke pantat ibuku lalu aku mengambil terong 1 lagi dan memasukannya ke memek ibuku jadi terong yang satu ke pantat ibu ku dan terong satunya lagi ke memek ibuku. ibuku menungging terus dan aku mengambil jepitan jemuran di ruang strika. aku  ngambil semuanya dan aku mencapit puting susu ibuku semuanya dan aku menjepit bagia payudara lainnya.

   ibuku sangat terangsang dan begitupun aku sangat terangsang. akupun beranjak mencabut terong yang ada di pantat ibuku dan memasukannya di memek ibuku jadi ada dua terong yang menancab di memek ibuku.


ibuku:"arghhhh sakit"
aku:"santai ajah mah , mamah kan harus ngikutin perintah evan"

   lalu aku duduk di sebelah kepala ibuku , posisi ibuku sedang nungging dan aku menyuruh ibuku mengulum kontolku.

aku sangat santai sekali dan nikmat. ibuku tidak menyadari aku merekam semua kegiatan aku dan ibuku.
setelah 18 menit kontolku di kulum dan sudah licin. aku mencabut semua terong dan alat jepit itu.

lalu aku duduk di sofa dan ibuku aku suruh naik ke atas pangkuan ku dan memasukan kontolku ke memek ibuku dan kontolku langsung masuk dengan licin nya. dan terdengar suara paha ku yang berbenturan dengan pantat ibuku "pok pok pok".


   lalu aku mengganti posisi ku. aku berdiri dan ibuku menungging seperti sedang ruku. masih dalam memek ibuku aku melakukan goyangan maju mundur dengan cepat , ibuku mengeluarkan suara desahan nikmat terus menerus. 

aku pun berganti posisi lagi ibuku melakukan sujud di sofa dan aku memasukan kontol ku ke lubang pantat ibuku dan sangat kesat sekali lubang pantat ibuku. setelah aku merasa lelah, aku menyuruh ibuku mengocok kontol ku dengan kedua payudaranya.


   aku duduk di sofa dan ibuku duduk di bawah lalu aku mengangkang kan kedua kaki ku, ibuku mencapit kontol ku ke kedua payudaranya dan kontol ku berada di tengah antara kedua payudaranya.

ibuku menaik turunkan payudaranya sehingga kontol terasa seperti di kocok.
sambil mengocok kontolku dengan payudaranya ibuku juga sambil meludahi kontol ku dari atas kontol ku.
    

aku:"mah udah mau keluar nih , pas keluar evan mau ngeluarin di dalem mulut mamah dan mamah      setelah itu harus tetep ngulum kontol evan"

   ibuku mengulum kontol ku dan sperma ku muncrat di mulut ibuku dan saat sperma ku muncrat di dalam mulut ibuku , ibuku tetap mengulum kontol ku dan sampai akhirnya kontol ku sudah lemas. aku pun menyuruh ibu untuk menelan nya dan akhir nya ibuku menelan habis semua sperma ku


setelah di hari minggu aku sangat puas karna sangat bisa menguasai ibuku seutuhnya dan se bebas nya tanpa ada gangguan.

hari senin ini aku berangkat ke sekolah ibuku ke kantor dan adikku juga sekolah. seperti biasa pukul 13.00 aku pulang kerumah dan hanya sendirian.


aku mendownload video BF dari kompi di kamarku , aku mendownload video yang bertema ngentot sama orang tua dan juga video bertema ngentot extreme dimana video yang bertema ngentot extreme ini si wanita di memek nya di beri alat penggetar dan juga si itil wanita di jepit dan di gantung dengan alat pemberat. semua video itu bisa jadi ide ku untuk mengentot mama ku lagi.


    pukul 5 sore adikku pulang , oh iya aku lupa adikku namanya SHINTA SULIS ANDINI (nama samaran) 

adikku berumur 14 tahun berkulit putih dengan rambut yang panjang, adikku juga mungkin pewaris payudara dan kemolekan tubuh ibukku karna baru berumur 13 tahun tonjolan payudaranya sudah mulai bisa dilihat dan juga jika di liat2 besar juga .

adikku hobi mengoleksi foto artis dude herlino dan pesepak bola irfan bachdim dan kim jeffrey kurniawan.

adikku kelas 2 smp swasta , adikku jika dirumah sering menggunakan baju yang lehernya selalu pendek dan juga memakai celana jeans pendek ketat.
     ada sedikit perbincangan aku dengan adikku....

aku:"ta , kamu pewaris mamah kayanya yah"


shinta:"emang kenapa gitu kak"
aku:"baru umur 13 tahun juga tubuh km udh molek gitu , apalagi udah gede muantap"
shinta:"ah kakak bisa ajah" tersipu malu

    pukul 18.45 ibuku pulang kerumah dan aku menyiapkan handuk untuk ibuku mandi...

aku:"mah sebelum mandi ngentot dulu biar gak capek pas udah mandi mah"
ibuku:"tapi shinta belum tidur nak"

   oh iya sial banget shinta adikku belum tidur dan aku berinisiatif sambil ibukku mandi sambil ngentot pula.

aku:"mah sambil mandi kita ngentot di kamar mandi ajah tapi jangan bersuara"
ibuku:"terserah kamu ajah " jawab ibuku sambil menampakan wajah termenung dan mata berkaca2


   lalu aku dan ibuku beranjak ke kamar mandi ibuku menunggu sambil duduk di atas bak mandi , dan aku membuka bajuku , lalu aku menyuruh ibuku membuka baju nya dan aku melihat mata ibu ku sedikit mengeluarkan air mata. 

mungkin dia tak menyangka anak yang dia lahirkan dari rahimnya bisa merasakan bagaimana enak nya rasa rahimnya.


ibuku aku suruh jongkok dan aku memasukan kontol ku ke mulutnya dia pun bergegas mengulum kontolku.
5 menit kemudian adikku mengetok pintu kamar mandi...

shinta:"mah lagi apa"
ibuku:"lagi mandi nak"
shinta:"oh, kalo si kakak ke mana gak ada di kamarnya"
ibuku:"kakak lagi ke depan"
shinta:"oh """

   lalu aku mengambil posisi berdiri dan ibuku ruku , aku langsung memasukan ke rahim ibuku untuk ke 2 kalinya.

aku melihat di sisi bak mandi sambil bergoyang maju mundur ada celana dalam g-string, sambil bergoyang sambil pula mencium wangi bekas memek ibuku. selang 7 menit aku berganti posisi aku berbaring di lantai wc dan ibuku langsung memasukan memek nya ke kontol aku yang sedang panjang ke atas posisi ibuku jongkok dan terdengar lagi suara "POK POK POK" antara paha ku dengan pantat ibuku yang ber adu.


   selang 4 menit aku berganti posisi ibuku berbaring di lantai wc dan aku menduduki perut ibuku dan mencapit kontolku dengan kedua payudaranya , aku memaju mundurkan kontol ku di antara apitan du susu yang nikmat dan kenyal. lalu ibuku masih berbaring dan aku berbaring berlawanan di atas tubuh ibuku kontol ku ada di mulut ibuku mulut ku ada di memek ibuku jadi kita saling menjilati. ibuku mengemut kontolku dan aku menjilati memek ibuku.


selang beberapa menit kontol ku mulai nikmat dan ingin keluar sperma , dan akhirnya aku bangkit dan ibuku tetap berbaring dan aku mengarah kan kontol ku ke muka ibuku dan jari kanan ibuku mengocok nya dan croootttt sperma ku yang banyak itu berhamburan di muka ibuku sampai hidung ibuku tertutup semua oleh sperma.


     aku pun beranjak keluar dan berbaring di kasur kamarku, ibuku langsung masuk ke kamar nya. adikku masih asik maen ps di kamar ku bermain HARVEST MOON. aku pun sangat lelah dan lemas sekali. keesokan harinya pukul 6.34 adikku beranjak pergi ke sekolah. 

hanya tinggal aku dan ibuku di rumah sambil menunggu ibuku mandi aku menonton video bokep yang kemaren aku download dengan volume lumayan keras dan saat ibuku lewat ,,,....,,,

ibuku:"het kamu nonton apa nak"
aku:"video bokep extreme mah liat si cewek nya memek nya di kasih alat penggetar"


ibuku:"awas ajah kalo km sampe ngelakuin itu sama mamah"
aku:"mamah kan udah janji bakal ngelakuin apa yang evan suruh"
ibuku:"ya lah terserah kamu " sambil termenung


   lalu ibuku sudah berdandan cantik karna sekarang ibu akan stay di outdoor , ibuku mengunakan rok mini hitam berukuran sekitar21 cm , dan baju lingeri. 

ibuku menggunakan BH hitam dengan tali transparan dan CD terbuat dari katun putih. ibuku sangat seksi, saat menggunkan baju itu. ibuku beranjak pergi dan akupun juga beranjak pergi.


    pulang sekolah aku bergegas menelpon kalo ibuku kalo aku sakit panas, dan 30 menit kemudian ibuku sampai di rumah dan aku masih main ps di kamar ku.


ibuku:"nak katanya kamu sakit?"
aku:"gak kok mah evan cuman sakit mata doank , liat mamah bugil juga langsung sembuh"


   ibuku langsung duduk di samping ibuku dan dan menelpon bos nya karna izin, dan tak mungkin balik lagi ke tempat stay.

ibuku langsung ke kamarnya bergegas berganti baju, teman ku si bapuk ketua shuffle dance DKI datang nyamper ke rumah ku.

bopak:"van... van .... van"
aku:"youmandt"
bopak:"oi latihan loe "
aku:"gak bro gua lagi gak enak badan"

   bopak beranjak pergi setelah beberapa lama berbincang, lalu aku mengambil penyedot debu di kamar bekas pembantuku. 

lalu aku memanggil mamaku di dapur. akhirnya ibuku dan aku sudah berada di kamar bekas pembatuku dan aku menyuruh ibu ku membuka bajunya dan aku menyuruh ibuku menungging di kasur.

tangan ibuku aku tali di besi kasur dan kakinya pun aku tali, ibuku sudah tidak bisa berkutik lagi. 

aku mengambil 1 lagi penyedot debu di gudang. dan aku menyalakan keduanya dan mencabut pembersihnya di ujung selang penyedot. 

lalu aku menancapkan nya di puting susu ibuku yang kanan dan satu lagi penyedot debu aku tancapkan di puting susu ibu ku sebelah kiri.

   lalu aku mengambil alat pijat getar bekas kakek ku, dan si bola yang berfungsi untuk memijat itu aku masukan ke lubang memek ibuku dan menyalakan nya dengan kecepatan max.
ibu mengerang ke enakan.

lalu aku mengambil terong lagi dan memasukannya ke lubang pantat ibuku, lalu aku duduk di didepan mukanya meminta untuk mengulum kontolku.

   setelah 17 menit melakukan extreme seks, aku bangkit dan mencabut semua alat itu.

dan aku mengambil es batu dan lilin. lalu aku menyalakan lilin dan mengambil celana dalam adikku dan BH adikku yang kecil. 

aku menyuruh ibuku untuk memakainya ibuku memakai celana dalam adikku dan sangat sereg di bagian paha ibuku lagu aku memaksanya sambil membalut memek ibuku aku memasukan 6 buah es batu ke bagian memek ibuku dan es batu itu tertekan oleh cd adikku dan memek ibu ku lalu aku menyuruh ibu ku memakai bh adikku yang kecil juga dan aku menumpahkan cairan lilin yang meleleh ke bagian payudara ibuku . 

ibuku sedang berbaring di kasur dengan posisi tangan masih di ikat. lalu aku mengikat kakiknya dan membuka bh nya.


    aku menumpahkan cairan lilin yang panas tepat di puting ibuku, dan menambah 7 buah bongkah es ke dalam cd adikku yang di pakai ibuku tepat di posisi memek nya dan sepertinya ibuku kesakitan karna memek nya beku karna dingin. 

sangat nikmat melihat pemandangan itu.
lalu aku membuka semua cd ibuku dan lain2 nya.

sekarang ibuku sudah bugil lagi, aku memasukan kontolku ke memek ibuku dalam posisi ibuku berbaring dan aku di atas nya .

kontol ku sedang maju mundur sedangkan tangan kiri dan kanan ku meremas susu ibuku.


    setelah lama aku mau mengeluarkan sperma dan meyuruh ibuku untuk membuka mulutnya lebar2. 

dan aku mengeluarkan sperma ku di mulutnya dan sangat penuh mulut ibuku oleh sperma ku dan sulit untuk menutup mulut nya. aku menyuruh ibu ku untuk menelan nya dengan perlahan2.

ibuku tidak kuat menelan sperma dengan cara perlahan dan akhirnya memuntahkan semua sperma ku di perut nya dan juga isi perut ibuku yang ikut termuntahkan. akhirnya kita berpakaian kembali.


Ibumu pelacur (2017)

Story title : My mother's A Slut  -------------------------------------------------------- My mother's A Slut (M+F, F/m-teens, exh, orgy, ped, preg)

*** A son grows up and observes his mothers sexual activities. ***

I first came to the realization that my mother was a slut when I was 16.

I started noticing things when I was younger but it never really hit me until then.

But I'm getting ahead of myself I know.

I'll start from the beginning so you can see the progression of events for yourself.

It was a Friday night. I was 14 at the time.

My parents had decided that we should all go out for dinner at a nice restaurant.

It wasn't a special occasion or anything.

They just wanted to go out to a nice place to eat.

We all dressed up.

My dad had a tie and jacket on.

My mother had put on a black dress that was slit up the side.

I had on a blue shirt and kakis.

We all had a wonderful meal and stayed out until very late.

My mom and dad drank wine 2 bottles of wine with their dinner.

When we all left and got in the car to go home I was very tired.

It was past my usual bedtime.

When I slipped into the back seat of the car my mom said,

"Honey if you want to you can lay down and go to sleep."

"Ok mom. I might, I'm really tired."

"I know you are sweetheart.

Lay your head down and we'll be home soon."

I did as she suggested and I soon drifted off into a half sleep.

I wasn't entirely asleep because I could hear my mom and dad talking but I couldn't understand them.

A street light hit my eyes and I was jolted out of my sleep.

I kept my eyes closed hoping to drop back to sleep but then I heard something that peeked my interest.

"I'm so wet Bill."

I heard my mom say to my dad.

"Shhh, he might hear you."

"No he's fast asleep. As soon as we left the restaurant he was dead to the world."

"Are you sure?" my dad asked.

"Zack... Zack is you awake honey?"

I didn't answer because I knew something was going on that I wasn't supposed to know about.

That something you learn as a kid.

You know when adults are trying to hide something.

Well I made like I was asleep and didn't move.

"See I told you. I know my son."

"You certainly do."

"So Bill are you feeling lucky tonight?"

my mother said turning in her seat to face my father.

"You're feeling a little frisky tonight Caroline?"

Mom leaned over then and kissed him.

"You bet I am."

She sat back in her seat and moved the hem of her dress to the side.

My mouth hung open as she slowly moved the hem of her dress until finally her black silk panties were exposed.

"Bill..."

my mother said in a sexy voice.

"Close your legs he might see."

"He's asleep don't worry."

Then she slid her panties down her legs and completely off.

"Caroline!" "Shush.

Do you want to fuck tonight?"

I could see my father shake his head slightly.

"Then just relax."

My mother slowly turned around to check on me.

I still pretended I was asleep.

I didn't want this show to end.

She turned back around and put both of her ankles on the dashboard and ran her fingers over her exposed cunt.

"OOOhhh, that feels so nice."

I could see the hair on her pussy and as she stroked herself I got a glimpse on the pinkness inside.

"Watch me masturbate Bill. Watch your wife finger her hot little pussy."

She took two finger of her right hand and began to rub her clit. She rubbed in slow small circles.

"OOOh, that really feels nice."

She pushed the two fingers up inside then removed them and sat up.

"Taste,"

she said to my father as she pushed her fingers inside of his mouth.

"You like that Bill?"

"Mmmm."

"I knew you would. Now I have a special present for you..."

I then watched as my mother lowered her head down to my fathers lap.

Ziiiiipp.

"Oh Caroline, do it, Yeah."

and then my father let out a big sigh.
I knew what they were doing.

I had heard about it from my friends and books.

My mother was giving my father a blowjob.

My cock was so hard. I wanted to jerk off but I didn't want to get caught. She kept her head in his lap for a while.

All the while my father was moaning and talking to her, encouraging her.

Her hand then went between her thighs and went back to stroking her pussy.

I could see her.

As I laid in the back seat of the car I had a good view of my mother masturbating as she sucked my father.

I began to rub my hard cock through my pants. It felt so good.

"Oh Caroline, I'm gonna cum.

Ah, ah, ahhhhh, take it, take it all.

AHHHHHHHHHH."

I could her the slurping as my mother sucked dad.

My own cock was straining in my pants, begging for release.

"Did you like that honey?"

"Oh god yes. Your so good at that."

My father said breathlessly.

"Well hurry up and get home. I need that big cock of your in my pussy."

We speed home. My mother woke me as we pulled in. Then she hurried me off to bed.

I jerked off that night thinking about my mother.

She was in my thoughts many times after that when I jerked off.


* My friends would always comment about how hot my mom was.

I would always tell them to shut up.

After what happened in the car that night I thought about her in a new way.

Just like my friends I wanted to fuck my mom.

I began to sneak into her room and go through their drawers.

I played with her panties and bras, jerked off with them, smelled them.

One time I found a vibrator in one of her drawers.

The batteries were dead in it so I just rubbed in all over my hard cock imagining what it would be like to go up her.

A few months later my father went away on business for the weekend.

I was out early on the Saturday. I usually don't come home until late on the weekends.

I stay out all day and play.

This weekend I came home early.

James, a friend of mine, had gotten his 18-year-old sister to let us see her tits.

She took off her shirt for us and let us look at her.

I got a hardon looking at her hard brown nipples.

After looking for a while she made us take off our pants and show her our dicks.

I was so hard it almost hurt.

I wanted to jack off.

She grabbed James's dick and played with it for a bit.
Then she played with mine.

"Ok you guys can suck on my tits but that's it no touching understand."

"Yeah,"

I was going out of my mind. My face was so hot and my mouth was dry as I sucked at her tit.

She moaned out as we both sucked her tits.

Then all of a sudden she said that I had to go home and made me leave.

It sucked.

So I went home hoping to jerk off in my room.

When I got home I didn't hear anyone so I went straight to my room.

But when I was on the stairs I heard a noise.

I stopped.

It was a noise that made me think of sex.
Then I heard it again.

I snuck up the stairs to my parent's room and was excited to see my mother was naked on their bed masturbating.

She had the vibrator that I had found in her drawer.
Now it had batteries that worked. She was gorgeous.

She had her face in her pillow and the pink vibrator in her pussy.

Her ass shook in the air as she buzzed her little hole.

"Fuck me! Fuck me! Fuck me! FUCK ME!" She yelled.

Then she dropped her hand and slumped to the bed, the vibrator still inside of her.

I was going out of my mind and left quickly.

I went to the woods and jerked off to relive the pressure in my balls.

I jerked of to the memory of her beautiful ass waiving in the air as she fucked herself.

The next day I found out that James's sister had brought him up into her room after I had left and they'd fucked.

She never let me fuck her. I have a bigger dick than James but she never let me.

Some time later when I was a few years older, she had me eat her out, and she sucked my dick once but that was it.


* The next time I saw my mother's true colors was on day when I was around fifteen.

My father was away on business again when it happened.

James and Rick were over and we were all hanging out when they started talking about how hot my mom was.


"Dude your mom's hot, I'd love to stick it to her,"

Rick said.

"Yeah, me too," added James.

"Man if she was my mom I'd be trying to fuck her all the time."

"Shut up."

I was getting defensive about my mom.

James then said to Rick,

"Dude I bet she sucks cock like a pro."

"Yeah and she probably takes it in the ass too."

"Yeah!"

"HA-HA-HA!"


they both laughed together.

"Hey why don't you fuck your own moms?"

I said in anger.

Rick then said something that shocked me.
"Oh I haven't told you guys yet have I?

The other night my mom came into my room to tuck me in and her top was open and I could see her tits.

The whole thing, nipples and all."

"Really?"

"Yeah, no shit. So I kept talking to her so she would stay and I could look, and she eventually caught me looking."

"Were you scared?"

"Yeah. I had this big hardon from looking at her tits and she caught me. Then she turns off the light and she jerks me off man!"

"Shut the fuck up, she did not!"

"Dude I swear on my life. She jerked me off and let me play with her tits too."

"Fucking liar."

"It's the truth."

We argued for a while and then went to go out side.

My mom was home and asked if we could do some yard work for her. S

he wanted us to rake the yard and pull some weeds.

"If you do a good job I'll give you a special reward," she said.

James said after she was gone,

"Yeah, a blowjob baby, ha- ha-ha!"

We were working for a while when Rick went into the house to go to the bathroom.

He was gone for a long time and when he got back he whispered something to James and then he went in and was gone for a long time.

Every time I tried to go into the house James stopped me.

When Rick came back I went inside to use the bathroom and get a drink.

I looked around the house.

Something was going on but I didn't know what.

I found my mom in her bedroom dressed in her bathrobe.

"Hi sweetheart all done out side?"

"Yeah, just about."

"Good when you're all set we'll get some ice cream. Do your friends want to say over tonight?"

"I'll ask."

"Okay sweetie, mommies going to get dressed."

She went back into her room and closed the door. Rick and James were both talking about something when I came outside. As soon as they saw me they stopped and went back to work.

That night James couldn't stay over but Rick did. He kept staring at my mom all night.

She'd put on the clothes that she had been wearing earlier. I thought that was strange.

Why take off your clothes only to put them back on. When we went to bed Rick slept in my room.

  I couldn't sleep, something was bothering me. An hour or so later at night Rick called out to me. I was kind of mad and didn't answer. Then to my surprise he got up and quietly left the room.

What was that kid doing?
I wondered. I got up and followed him. He went straight to my mom's room.

What was he doing?

"Are you awake?"
I heard him say.

"Yeah, I've been waiting all night what took you so long?"

I head my mom say.

"I had to wait for him to fall asleep."

"Is he?"

"Oh yeah."

"Good, then get over here."

I snuck to the door and saw my mother pull back the sheet from her naked body as Rick stripped off him clothes.

"I'm glad James couldn't stay. I want you all to myself."

"You didn't seem to mind this afternoon when you were both taking turns."

"Well one of us had to keep Zack busy."

"So now you're all selfish and want me all to yourself, huh?"

She said as he slipped in to the bed and on top of my mother.

"Yeah maybe."

I could see by the dim lights as he guided his cock into my mother's cunt.

I was watching my friend fuck my mother!

"Uhhhh, how I love your cock. Fuck me good."

"Oh I will,"

he said as his cock sank to the hilt in her pussy.

He leaned on my mother and kissed her then. They passionately kissed like lovers do.

Tongues dueling my mother moaned with passion.

Then they broke their embrace and Rick started to slide his wet cock out of my mother.

  Then he slammed it back in and she gasped.

As his thrusting speed up he bent his head to her breast and nibbled at her nipple.

"Oh yeah, suck my tittie my sweet boy. Yeah! Fuck me good!"

I watched stunned as my friend, my 15-year-old friend, fucked my mother while my father was away.

  They were fucking in my parent's bed. They moaned and grunted and kissed as they fucked.

  My Mom thrust her cunt up to meet Rick's cock, as he plunged back into her. Then they paused in their fucking to changed positions.

My mother placed her knees over his shoulders before he slipped his shiny wet cock back inside her cunt.

They fucked and my mother moans how she loved his cock. Finally after a while Rick shoved deep into my mother and deposited his cum into her. I

snuck back to my room expecting him to come back now that they were done but he didn't. They stayed together almost all night fucking.

  I was aroused by what I'd seen and by my mother's naked body. I was angered at my friend for fucking my mom.

  I was also angry with my mom for letting him fuck her. What a slut, I thought.


* Over the next few months I watched as Rick and James came over more and more.

They would spend more time with my mother than with me.

One would always occupy me while the other fucked my mom.

They all thought that they were clever but I knew what they where doing.

Then one day they stopped trying to hide it.

Rick and James came over and after a while went in to my mom's room and they closed the door and told me not to come in. I could her them.

   My mother was moaning in lust as my two teenage "friends" fucked her.

   That day it dawned on me that my mom was a real live slut. After that day my mother stopped hiding all her activities from me.

  Whenever my father was away she would have Rick and James over.

    She even took to walking around nude in front of me.

Sometimes after her lovers would leave I would see their cum running down her thigh.

My father was oblivious to it all. My slut mother took to humiliating me.

   She eventually started making me watch as the men of the neighborhood banged her.

My friends would fuck her and grope her in front of me. She even had me videotape her with some of my friends and some men from our neighborhood.

Things eventually came to a head one night when she took me into the bathroom and made mw watch her flush her birth control pills.

"Honey mommy's going to have a baby from one of your lucky friends." She told me.

She then made me drive her to Rick's house.

His parents were away and he was having a party. My mom was the only female there and was also the entertainment.

It wasn't a party so much as a gangbang. I was forced to watch most of it.

My mother took all the guys at the party up her cunt one after the other.

   They all fucked her pussy unprotected and came inside of her. They fucked every hole on her body, her mouth ass and pussy.


   She even took two of the younger boys at once in her red gaping cum filled pussy

When everyone was done I took her home. She refused to dress and sat in my car naked with cum running from her pussy and ass.

"Oh honey I had such a good time fucking all those boys tonight,"

she said to me.

"With all the cum they shot in me tonight I just have to be pregnant. Did you like watching mommy please all those boys?"

  she asked as she rubbed my crotch through my pants. I didn't want to answer her but she knew the truth anyway.

"Yes mom."

I finally answered meekly.

"What did you enjoy sweetheart?"

"Watching you."

"Watching me do what? Say it.

Tell me exactly what you liked."

This was a little game that she liked to play and she always got hot playing it as though reliving her debauchery.

"I liked watching you get fucked mom."

"Really? That's naughty. Little boys aren't suppose to get hot for their moms." She teased.

When we got home she showered and went to bed.


* A month later she told me that she announced that she was pregnant.

One of those boys at the party had done his job well.

Some months after that she had the baby and my parents got a divorce.

My dad had come home early and found one of the neighbors fucking his wife. I some how ended up living with my mom.

But my humiliation only got worse. We never had sex.
She wouldn't allow it.

She said that it was wrong. She did make me eat her out every once in a while when she was really drunk.

First it was fun and I thought that I would be able to fuck her like all my friends were still doing, but no.

Things moved on to the point when she wanted me to eat her out after one of her lovers left.

   She would make me eat their seed from her hole and she would call me her

"sweet little pussy licker".

That name became more and more my name around the house.

Even my friends and people my mom fucked began to tease me.

I'm going to be twenty-three soon and I'm still a virgin.

My mom doesn't let me meet any girls, or even give me a chance to meet a girl.

My little brother is now seven. My mom tells me that she's going to raise him to be a real man.

He sleeps with her every night and I think he's already started to have sex with her.

Once she told me that he was the man of the house.

   My aunt and grandmother also allow him to do what ever he wants to them too.

It's all planned that he is going to get my aunt pregnant as soon as he physically can.

END

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ This story was written as an adult fantasy. The author does not condone the described behavior in real life in anyway shape or form.


Jumat, 14 Juli 2017

Boss ku sedot memek ku (2017)

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Nikmatnya Memek mbak Endang [2017]

Disebelah rumahku,ada binor yang sangat cantik dan bahenol bernama,Endang. 

Mbak Endang ini sangatlah cantik dan seksi karena dl sebelum menikah merupakan idola para pria dikampung. 

Meski sudah menikah pun,bbrp pemuda desa masih juga menaruh simpati ( atw mgkn jg nafsu ) kepada Mbak Endang. 

Umur Mbak Endang terbilang cukup muda,baru 27 tahun dan belum dikaruniai momongan. 

Suaminya pun terlihat sangat jarang pulang kerumahnya,karena disibukkan tugas keluar kota. 

Suami Mbak Endang pun terkadang pulang sekitar seminggu sekali,itupun hanya bbrp hari dirumah kemudian pergi lagi

. Akupun sering bertemu dengan Mbak Endang saat lewat didepan rumahnya. 

(Kami cukup akrab karena dulu sewaktu kecil Mbak Endang sering bermain jgh denganku.) 

Dan akupun selalu berkhayal bisa menikmati tubuh Mbak Endang. Suatu hari,saat aku lewat didepan rumah Mbak Endang,aku dipanggil. 

Mbak Endang kala itu tengah duduk di teras rumahnya. Akupun menghampiri dan terlibat obrolan kecil.

"Mas,nanti malam saya minta tolong diantarkan ke persewaan DVD,bisa gak ?" tanya Mbak Endang.

"Bisa aja. Tapi kalau blh tau suami mbak blm plg ? koq tumben minta dianterin saya ?",tanyaku.

"Belum pulang,mas.Katanya sih sekitar 4 hari lagi baru pulang. Aku mau minta tlg ke anak warnet depan,rada risih.Habisnya sering godain.",jawab Mbak Endang.

Disela pembicaraan kami,aku melihat Mbak Endang hanya menggunakan daster tipis sedikit menerawang,yang membuatku mulai berpikiran sedikit mesum.

"Jadi gmn,mas ? bisanya jam brp ?",tanya Mbak Endang.
"Terserah mbak aja. Tapi kayaknya jam 7 bagus koq,gak terlalu malam,jg gak terlalu sore."jawabku.
"Ya udah,nanti aku tunggu ya."katanya sambil tersenyum.
Aku hanya mengangguk sembari membalas senyuman manis Mbak Endang.

Pukul 7 malam,aku langsung meluncur dengan motor kermh Mbak Endang yang memang bersebelahan. 

Hanya berjarak 3 rumah dari rumahku. Mbak Endang pun telah menunggu,dan segera menghampiriku. 

Kamipun meluncur ke sebuah tempat persewaan kaset DVD. Sesampai disana,aku hanya menunggu diluar,dan Mbak Endang yang masuk kedalam utk menyewa bbrp kaset. (katanya ).

Selang bbrp menit kemudian,Mbak Endang pun keluar dan mengajakku membeli makan terlebih dahulu sebelum pulang. 

Saat kubonceng dengan motor,Mbak Endang merapatkan payudaranya ke punggungku,hingga membuat "dedek" menggeliat.

 Kamipun makan disebuah kafe kecil.Tak berapa lama,hujan turun dengan deras. Setelah kami selesai makan,hujan masih belum juga reda. 

Akhirnya kamipun menunggu dikafe tsb sambil mengobrol. Selang bbrp jam hujan tak juga reda. Memang tak sederas tadi,hanya tersisa gerimis kecil. 

Akhirnya krn tkt kemalaman,Mbak Endang pun memaksa pulang walau gerimis. 

( maklum,kafe itu lumayan jauh dari rumah.) Akhirnya akupun menuruti kemauan Mbak Endang.

 Baru kami beranjak bbrp meter dari kafe,hujan turun kembali. 

Jas hujan jg tak kubawa...Sial....pikirku...! Namun Mbak Endang tetap memaksa pulang. 

Akhirnya kamipun pulang dengan berhujan2 ria.

 Mbak Endang selama perjalanan,merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Lumayan,biar ga dingin,pikirku...

10 menit perjalanan,kamipun sampai dirumah Mbak Endang dengan basah kuyub. 

Mbak Endang mempersilahkan aku masuk. Sebenarnya aku ingin menolak,tetapi karena melihat pakaian Mbak Endang yang basah kuyub hingga mencetak jelas pakaian dalamnya,aku pun setuju untuk mampir. 

Mupeng : Mode on

Didalam rumahnya,Mbak Endang menyuruhku menunggu.

"Mas,tunggu sebentar ya. Aku buatin teh anget,skalian aku mau ganti pakaian dulu.",katanya.

Akupun tak berani masuk kermhnya karena keadaanku yang basah kuyub tkt membuat kotor. Kulihat dijam dinding jam menunjukkan pukul 10 mlm.

 Tak terasa. 

Lalu,Mbak Endang keluar dengan segelas teh hangat,yg kemudian ditaruhnya di meja ruang tamu. Mbak Endang pun menyuruhku masuk karena tidak enak sama tetangga,dalihnya. 

Akupun masuk.
"Tapi aku basah gini,mbak. Tkt basahin sofanya.",kataku.

"Ya kalo gitu,mas lepas aja pakaiannya,aku ambilin baju sementara. 

Gak apa-apa koq,mas. Kita kan berteman dari kecil.

Jadi ya anggap aja biasa."katanya sembari menutup pintu rumah.

Kulihat Mbak Endang sudah memakai daster tipis menerawang. 

Akupun melepas bajuku,sementara Mbak Endang masuk kedalam kamar mengambilkan baju.

"Lho,mas skalian aja celananya aja juga. Kan basah gitu,nanti kedinginan lho yang didalem.",katanya sambil bercanda.

Busyet....mancing-mancing nie....pikirku.

"Nggak enak ahh..mbak.

Tkt nanti klo dilihat tetangga bisa kacau.",jawabku.

"Mas kan lihat sendiri tadi,kampung udah sepi kyk gitu karena hujan deras,jadi ya ga ada yang tau lah.

Orang jg males keluar kalo cuaca dingin kyk gni.",jelasnya.

Akupun segera melepas celanaku,dan hanya menyisakan boxer yang menempel.

Mbak Endang duduk berhadapan denganku. 

Saat aku melepas celanaku,dia tampak mengamatiku. 

Saat aku memergokinya sedang memperhatikan bagian bawahku,dia langsung memalingkan pandangan. 

Setelah aku hanya berbalut boxer,Mbak Endang membawa pakaianku kedalam untuk diangin-anginkan,katanya. 

Kulihat Mbak Endang kembali dengan membawa baju kering,yang mungkin milik suaminya.

 saat berada didepanku dan hendak memberikannya,baju itu terjatuh. ( atau mungkin sengaja dijatuhin ),dan Mbak Endang pun membungkuk untuk mengambilnya. 

Karena memakai daster tipis,saat membungkuk itulah kulihat pemandangan yg slama ini kukhayalkan.

 Payudara Mbak Endang menggantung dengan indahnya. Rupanya,Mbak Endang tidak memakai bra.

Busyet....pikirku. Mbak Endang tampak sengaja lama membungkukkan badannya,hingga aku menikmati pemandangan itu dengan leluasa.

 Tak kurasa,pemandangan itu membuat "dedek" bangun dari tidurnya.

 Karena hari itu aku tidak memakai cd,jadi penis yang berdiri itu tampak menonjol dibalik boxerku.

 Saat Mbak Endang kembali berdiri dan hendak memberikan baju tsb,dia sempat melirik ke arah si "dedek",denganmimik muka sedikit terkejut. ( atau nafsu..? )

Akupun sempat malu dan menutupinya dengan baju tsb.

"wahh...kenapa mas anunya ? kok berdiri ?",tanyanya.

"ehh....nggak..",jawabku bingung.

"Jangan2 mas membayangkan sesuatu ya,sampe anu nya berdiri gitu...?",candanya.

Udah terlanjur basah,,,basah sekalian...pikirku.

"Mungkin karena ga sengaja liat Mbak pas membungkuk tadi,jadi ga sengaja liat susunya mbak.",

jawabku membranikan diri.

"Oh...gara2 itu 

ya,mas..Aduhh..maaf..mas...aku gak bermaksud membangunkan anunya mas."katanya.

"Tapi sekarang udah bangun,mbak. Gmn d0nk...?"tanyaku nakal.

"Ya gimana donk,mas. Memangnya harus gmn ?"Mbak Endang balik bertanya.

"Ya dibuat ga berdiri lagi,mbak. Tapi ya...

karena Mbak yang bikin bangun,jadi Mbak yang tanggung jawab agar ga bangun lagi.",kataku nekat.

"Ohh...jadi itu toh maunya..

Aku tahu koq caranya. 

Aku bisa aja bikin anunya mas gak berdiri dengan cara yg enak,kalo mas mau. 

Tapi janji jgn ada yang tau soal ini."katanya.

"oke. 

Janji koq ga bakal ada yg tau.Rahasia kita aja.

"jawabku sambil mupeng.

Mbak Endang pun tersenyum lalu menarik tanganku dan menuntunku menuju kasur yang berada di depan Tv ruang keluarga. 

Spotnya tertutup oleh lemari besar,jadi tidak akan terlihat dari sisi depan,pikirku.

 Akupun duduk di kasur yg beralas lantai itu.

 Tv pun dinyalakan. 

Dan Mbak Endang mulai melepas daster tipisnya..

"ini yang bikin anunya mas tadi bangun ?"tanyanya sambil tersenyum kecil.

"kalo yang ini,gmn mas..

apa bikin bangun juga ?"

tanyanya kembali sambil melepas seluruh daternya hingga dia telanjang bulat.

Aku hanya melotot melihat pemandangan itu. 

Tubuh Mbak Endang benar-benar montok,kulit bersih terawat. 

Payudaranya berukuran sekitar 34b,dengan puting berwarna coklat muda.

Kulihat lebih kebawah lagi,bulu jembi Mbak Endang dicukur hingga terlihat gundul.

 Dan itu membuatku semakin bernafsu. 

Lalu Mbak Endang menyuruhku melepas boxer yang kupakai,dan akhirnya kulepas juga..

 Mbak Endang menghampiriku yang terduduk di kasur,dan duduk diatas penisku. 

dalam posisi kupangku,Mbak Endang menciumi bibirku dengan lembut.

Kurasakan pula vagina hangat Mbak Endang bergesekan dengan penisku yang sudah sangat tegang. 

Kami pun berciuman,sambil sesekali kuremas payudara mbak Endang yang kenyal itu dan kumainkan putingnya. 

Mbak Endang semakin bernafsu. 

Aku ditidurkannya,dan Mbak Endang mulai menciumi leherku,lalu merambat kebawah,hingga berhenti tepat di penisku.

 Digenggamnya penisku lalu dikocoknya perlahan

.

"Woww...ternyata punya kmu besar jg ya. Panjang lagi. Kalah punya suami Mbak."katanya sambil mengocok penisku.

Lalu Mbak Endang mulai mengoral penisku. 

Mulanya dijilatinya kepala penisku. lalu dimasukkannya batang penisku ke dalam mulutnya,dan dia mulai melakukan BJ yang sangat nikmat bagiku.

 5 menit kemudian,aku meminta Mbak endang untuk terlentang. Giliranku Jilmek,pikirku..

Mbak Endang pun terlentang,pasrah.

 Dibukanya selangkangannya yg bersih itu dan tampaklah vagina Mbak Endang yang kemerah-merahan dan terlihat sudah becek. 

Rupanya Mbak Endang sudah "panas" daritadi. 

Aku pun mulai menjilat bibir vaginanya,dan kumasukkan lidahku kedalam vaginanya. 

Mbak Endang mendesah. 

Setelah itu kujilati bagian klitorisnya,hingga membuatnya menggelinjang. 

Aku terus menjilati vagina Mbak Endang cukup lama.

 Vaginanya sangat nikmat sekali dan wangi.Itu yg membuatku betah ber"semayam" di lobang surgawi Mbak Endang.

"aagghh.....maass.....ouhh....",

desahnya pelan saat kumainkan klitorisnya dengan lidahku.

Tak berapa lama,ternyata Mbak Endang mendapatkan orgasme pertamanya.

"aahhh...mass...aku ...keluarr....agghh.....mmpphh....",rintihnya.

Tubuhnya menggelinjang dan mulutnya mendesah panjang.
Suara desahan itu tertutup oleh suara Tv hingga tak terdengar dr luar. Semoga...

Nikmat sekali cairan hangat yg keluar dari vagina Mbak Endang membasahi lidahku.

"Mas...masukin aja ya...udah ga kuat nahan...",pintanya.

Akhirnya aku meminta mbak Endang untuk nungging. Doggy posisi pertama. 

Mbak Endang pun menungging,dan perlahan kumasukkan penisku menembus bibir vaginanya yang sudah becek. 

Bleess....

Masuklah semua batang penisku kedalam vagina Mbak Endang.
"uhhhh......",

desahnya saat penisku menembus memasuki vaginanya.

Aku bergerak maju-mundur berirama... 

Mbak Endang terus mendesah tanpa henti.

Vagina mbak Endang terasa msh peret menggigit penisku. 

Sekitar 10 menit kami ber doggy-ria... 

Akhirnya,kami berlahi ke MOT... 

Mbak Endang terlentang,dan mulai kumasukkan penisku perlahan. Dia kembali mendesah. 

Akupun langsung bergoyang maju mundur. 

"Agghhh...mass...teruss.....uhh.......ahhhh....",desahnya.

Aku terus bergoyang berirama sambil sesekali kumainkan puting Mbak Endang dan kuciumi jg kujilati. 

10 menit kemudian,Mbak Endang ingin diatas alias WOT. 

Akhirnya akupun tidur terlentang,sementara Mbak Endang mulai mengangkangi penisku. 

Dipegangnya dan diarahkan penisku menuju lubang vaginanya. 

Setelah kapala penisku mulai menebus perlahan bibir vaginanya,Mbak Endang segera menekan tubuhnya hingga penisku tertanam penuh didalam vaginanya. 

Mbak Endang mulai bergoyang naik-turun,sambil memejamkan mata menikmati tusukan penisku.

"aahhh....mas....aagghh....uhh......",rintihny a penuh nafsu.

Sementara Mbak Endang bergoyang,aku meremas-remas payudaranya dan sesekali kumainkan putingnya.

"uuuhh.....akuu...mauu..ahhh...keluar...lagi..mass ss....agh......",desahnya.

Rupanya kali ini Mbak Endang mendapatkan Big O. goyanganya jadi tak beraturan,saat Big O mendatanginya. 

"aaaggghh,,,,,,mmmphhhhh.......ahh.......ssshhhh.. ."desahnya disaat orgasmenya.

Mbak Endang masih terus bergoyang hingga akhirnya akupun mulai merasakan akan klimaks.

"Mbak...aku mau...keluar...."kataku.
Lalu Mbak endang segera mencabut penisku,dan wajahnya mengarah ke penisku.

 Tangannya ,mulai menggenggam penisku dan mengocoknya. 

Mulutnya pun masih menghisap kepala penisku,sambil sesekali dijilatinya. 

Akupun merasa akan segera memuntahkan lahar panas.

"Mbak.....aku....keluarin...sekarang.....ahh...",desahku.

Mbak Endang makin mempercepat kocokan tangannya,dan mulutnya semakin menghisap penisku dan menjilatinya. Akhirnya.....

CRROOTT....CROOTT....CROOTT.....!!!!!

Lahar panas muncrat memenuhi rongga mulut Mbak Endang. Nikmat sekali........

Mbak Endang tampak masih Menghisap penisku,dan menjilati kepala penisku,hingga membuat aku merasa kegelian.

 Mbak Endang menghentikan sejenak hisapannya,dan kulihat dia menelan spermaku.

 Lalu dia menjilati kembali kepala penisku dan mengulumnya.

Setelah puas "memakan" penisku,akhirnya disudahilah permainan malam itu karena jam sudah menunjukkan hampir jam 12 malam.

 Begitu cepat waktu berlalu diantara keringat dan lendir yang bertumpahan. 

Akupun segera mengambil pakaianku di gantungan baju tak jauh dr kasur.

 Kupakai dengan cepat,dan kamipun menuju ke ruang tamu sejenak utk ngobrol kecil.

"Jangan bilang siapa-siapa,ya..mas..",katanya.

"Pasti koq..."jawabku puas.

"mas tadi puas ? 

Kalo aku puas banget. 

Baru kali ini aku ngerasa puas seperti itu,mas. 

Biasanya sama suamiku paling lama itu 15menit. 

Suamiku maunya dia cepet keluar,sedangkan aku kan masih tanggung.",jelasnya.

"Jadi mbak puas ya...? 

Boleh donk kapan2 kita sambung lagi yang kyk td."kataku.

"boleh aja,asal keadaaan mendukung,mas."jawabnya.

"Makasih ya,mbak...

Aku kyknya harus pulang dulu. Udah malem. 

Bahaya klo ada y tau q nginep dsni."pamitku.

"Iya,mas...Makasih jg ya...",jawabnya sambil tersenyum.

Akupun beranjak keluar dan menuntun motorku hingga depan rumah..

 Masih terbayang dan terasa sisa kenikmatan dengan Mbak Endang mlm itu. Benar-benar malam yang sangat indah..

Saat ini suami Mbak Endang akan segera pulang. Dan itu artinya,akupun harus bersikap profesional dengan bersikap seperti biasanya.

Entah brp hari lagi aku bs mendapatkan kenikmatan tubuh dari Mbak Endang. Sang binor yang haus seks karena tak pernah terpuaskan oleh suaminya yg ternyata Ejakulasi Dini.

Cerita Dewasa Nikmatnya Ngentot Dengan Dokter Selingkuhanku

Cerita Dewasa Nikmatnya Ngentot Dengan Dokter Selingkuhanku


Cerita Dewasa Seks – Aku yang berprofesi sebagai dokter sekarang sedang mewakili proyek perbaikan gizi yang mana tempatanya di kepulauan, jarak dari aku tempati ke prakter membutuhkan waktu 2 jamman, aku sudah mempunyai suami.

Sepeninggalku, ternyata suamiku menunjukkan dirinya sebagai gay. Dia mempunyai pemuda simpanan teman tidur dan pemuas sex. Selama aku dinas di kepulauan, pemuda itu beberapa kali dibawa pulang menginap di rumah.
Untuk menyembunyikan sikapnya, sehari-hari teman gaynya disimpan di luar, disewakan rumah. Kejadian ini memukul perasaanku. Segala upaya untuk menyadarkan suamiku ternyata tidak membawa hasil.

Aku membawa kedukaanku di pulau dengan cara melayani masyarakat setempat. Untuk mengisi kekosongan waktu, aku buka praktek sebagai dokter umum. Suatu hari ketika jam praktek hampir usai, seorang pasien laki-laki tegap berkumis dan bercambang datang minta agar diperiksa. Ia memperkenalkan namamanya Fredo. Keluhannya sering pusing.

Silakan Pak Fredo naik ke tempat tidur biar saya periksa, Segera aku memeriksa pernafasan, tekanan darah dan lain-lainnya. Ketika tanganku memegang tangannya yang berbulu lebat, ada perasaan canggung dan geli. Sewaktu Pak Fredo pamit, dia meninggalkan amplop biaya pemeriksaan. Ternyata isinya melebihi kewajaran tarip seorang dokter umum.
Hari berlalu, ketika suatu malam saat aku akan mengunci kamar praktek, dihadapanku telah berdiri Pak Fredo.

Dokter, apakah masih ada waktu untuk periksa saya ? Maaf saya datang terlalu malam karena ada pekerjaan tanggung

Aku kaget karena kehadirannya tanpa aku ketahui. Dengan senyum geli aku membuka kembali ruang praktek sambil mempersilakan masuk.

Dok, saya tidak mempunyai keluhan. Hanya saya ingin tahu apakah tekanan darah saya normal

Demikian Pak Fredo mengawali pembicaraan.
Saya bisa tidur nyenyak setelah makan obat dokter

Sambil memerika, kami berdua terlihat pembicaraan ringan, mulai dari sekolah sampai hobi. Dari situ aku baru tahu, Pak Fredo telah dua tahun menduda ditinggal mati istri dan anak tunggalnya yang kecelakaan di Solo.

Sejak saat itu hidupnya membujang. Ketika pamit dari ruang praktekku, Pak Fredo menawarkan suasana santai sambil menyelam di kepulauan karang.

Dok, panoramanya sangat indah, pantainya juga bersih lho

Aku setuju atas tawaran itu dan Pak Fredo akan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
Dalam speed boath yang menyeberangkan kami, hanya berisi aku, Pak Fredo dan pengemudi kapal.

Sesampainya disana, aku merasa canggung ketika harus berganti pakaian selam di hadapan laki-laki.

Tapi aku juga belum tahu cara mengenakan pakaian selam jika tanpa bantuan Pak Fredo. Terpaksa dengan pakaian bikini aku dibantu Pak Fredo memakai pakaian renang. Tangan kekar berbulu itu beberapa kali menyentuh pundak dan leherku. Ada perasaan merinding.
Tanpa terasa kegiatan menyelam menjadi kegiatan rutin. Bahkan pergi ke tempat penyelaman sering hanya dilakukan kami berdua, aku dan pak Fredo. Semakin hari jarak hubungan aku dengan Pak Fredo menjadi lebih akrab dan dekat.

Kami sudah saling terbuka membicarkan keluarga masing-masing sampai dengan keluahanku

mengenai suamiku yang gay. Dia tidak lagi memanggilku Bu Dokter, tapi cukup namaku, dik Nastiti.

Musim barat hampir tiba, kami berdua di tengah perjalanan ke tempat penyelaman.

Tiba-tiba datang hujan dan angin sehingga gelombang laut naik-turun cukup besar. Aku mual, sehingga kapal dibelokkan Pak Fredo ke arah sisi pulau yang terlindung. Kami turun ke pantai, duduk di bangunan kayu beratap rumbia tempat para penyelam biasa istirahat sambil menikmati bekal. Hanya ada dua bangku panjang dan meja kayu di tempat itu.

Angin kencang menyebabkan tubuh kami basah dan dingin. Aku duduk mepet ke Pak Fredo. Aku tidak menolak ketika Pak Fredo memelukku dari belakang. Tangan berbulu lebat itu melingkar dalam dada dan perutku.

Dekapan itu terasa hangat dan erat. Aku memejamkan mata sambil merebahkan kepalaku di pundaknya, sehingga rasa mabuk laut mulai reda.

Sebuah kecupan ringan melekat di keningku, kemudian bergeser ke bibir, aku berusaha menolak, tapi tangan yang melingkar di dadaku berubah posisi sehingga dengan mudah menyusup dalam BHku.

Tiba-tiba badanku terasa lemas saat jari tangan itu membuat putaran halus di puting susuku. Bibir berkumis lebat itu menjelajah ke bagian sensitip di leher dan belakang telingaku. Persasaan nikmat dan merinding menjalar dalam tubuhku.

Bibir itu kembali bergeser lambat menyusur dagu, bergerak ke leher, pundak dan akhirnya berhenti di buah dadaku. Aku tidak tahu kapan kaitan BH itu terbuka. Dorongan kuat muncul di vaginaku, ingin rasanya ada benda bisa mengganjal masuk…